Community based / My journey

Melangkah setapak, beribu kata terinjak

*Abaikan kata-kata sok bersajak diatas, hanya bingung saja sudah hampir setahun tidak mengisi blog kesayangan ini. Jadi bisa ya cuman curhat.

Menginjakan kaki pertama kali dibumi osing, merupakan karier pertama saya di bekerja di LSM. Saat itu definisi LSM aja juga masih bingung, yang saya pahami adalah 11 aktivitas yang harus saya kerjakan selama kurun waktu 1 tahun di desa Bangsring, Banyuwangi.

yoga_BwiBermaksud memberikan pengetahuan teknis tentang aktivitas adaptasi perubahan iklim disana dan beberapa ilmu kuliah yang saya dapatkan di MDC, eh malah justru saya yang diajari banyak hal oleh nelayan, pengepul dan masyarakat disana. Mulai dari godain anak sma, beli tissue magic, sampe titip salam via radio #eh

Bermodalkan pengalaman nol bekerja dimasyarakat, yang saya lakukan adalah bertamu, numpang tidur, nyari makan, sama ngobrol seputar pekerjaan teman-teman di bangsring. DIterima sebagai keluarga disana, merupakan hal yang menyenangkan, setiap aktivitas terkait pekerjaan dijalankan dengan jauh lebih menyenangkan. Saya bukan orang jago berkomunikasi, hanya jago bergosip ^^!. Dengan kehadiran yang intensif ditengah-tengah mereka sebagai bagian dari keluarga disana merupakan 1 kunci yang saya pahami hingga saat ini adalah kunci kesuksesan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat dalam versi saya pribadi. Substansi program akan dipahami itu sangat teknis, tapi yang jauh lebih penting eagerness atau motivasi untuk mencobanya secara voluntary itu kesuksesan dalam pemberdayaan itu sendiri.
yoga_bwi 2

Bekerja di NGO yang lebih besar dengan mimpi yang jauh lebih besar, saya mulai lari makin timur dari sebelumnya. Kembali bekerja dengan masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya fokus 1-2 desa tetapi 23 desa sekaligus. Disini saya dikenali dengan mekanisme kerja yang berbeda, saya diberikan keleluasan bekerja bersama tenaga fasilitator yang dipilih berdasarkan champion-champion didesa tersebut atau yang memang ditunjuk oleh pihak desa/kelurahan setempat.Dannnnnnnnn 2 tahun saya menghabiskan waktu, keringat yang kering lagi dengan keberlanjutan program yang saya pun ragukan sendiri. Pembelajarannya adalah identifikasi stakeholder, champion dan pihak yang diprioritaskan untuk didekati sama sekali tidak saya lakukan (lah wong emang ga ada yang ngajarke). Membagi diri untuk semua mendapatkan prioritas yang sama adalah kesalahan besar dalam aktivitas sosial development (versi saya loh).

Secara program capaian memang terkejar, tapi keberlanjutan program diragukan. Hal ini yang banyak saya jumpai dibeberapa instansi, bahkan program lembaga saya bekerja itu sendiri. Membaur, melebur, memotivasi dan merubah merupakan 4 hal yang hingga saat ini masih saya cari bagaimana melakukannya. Bahkan saya sudah berpikir tidak perlu dipahami definisinya tetapi dilakukan dengan intensif disertai niat yang baik terlepas dari semua mimpi organisasi tetapi berkaca kepada kepentingan mereka kedepannya. Pasti hal tersebut akan memiliki value yang tinggi.

Saya tidak bilang bahwa kesuksesan program bukan tujuan akhir saya, karena memang disitu biasanya orang diukur kinerjanya, tetapi jauh lebih penting bagi saya mereka yang kita dekati benar-benar mendapatkan manfaat dan dapat melanjutinya nilai positifnya dengan versi mereka juga

Yoga_lembataPesan untuk teman-teman yang bekerja dipulau-pulau nan Indah disana, atau banyak bepergian dan berinteraksi dengan masyarakat diluar sana. Mainlah ketika pagi hari kapal didaratkan, sksd bukanlah suatu yang salah. Cobalah belajar menjadi bagian dari keluarga masyarakat disana, lupakan pemberian uang untuk mengganti kebaikan mereka, ikut bekerja dan merasakan aktivitas keseharian mereka. Menjadi mahir itu adalah bonus, merasakan sendiri pengalamannya adalah suatu apresiasi yang tidak ternilai oleh masyarakat setempat.

Tidak usah bergaya bahwa anda beda dan lebih unggul, jauhkan juga sifat merasa lebih pintar dengan kemampuan teknis yang anda miliki. Belajarlah dari mereka, hidup diperkotaan sering membuat kita lupa bahwa nilai yang menurut kita penting belum tentu bermanfaat untuk mereka. Terus apa dong yang penting buat mereka. Yo cari dewe. Sing penting  Membaur, n melebur,sek urusan laennya pasti akan ketemu sela nya. Menerjukan diri dulu dan ga usah banyak teori.

Demikian versi curhat dari orang yang ga ngerti sosdev itu apa, dan curhatan orang yang kelamaan kerja dikantoran. Semoga bermanfaat. Cheers (YG)

3 thoughts on “Melangkah setapak, beribu kata terinjak

  1. Baru kesempetan baca blog mas yoga:’) blog nya bagus mas.. saya mencoba belajar juga bagaimana bekerja dengan masyarakat dan social development. Sukses mas yog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s