30 menit menuju Sano Ngoang

Inisiatif bangun pagi mencari Sunrise di bukit Amelia yang tertinggi kandas karena sibuk membaca dan membalas email di kamar sejak dini hari, alasan saja karena sudah magar di kamar hotel yang sederhana namun dengan view sunset di kampung tengah, Labuan Bajo. Tekat pagi ini memang sudah bulat dan tidak lonjong lagi apalagi polygon, kudu explore daratan Flores titik Continue reading “30 menit menuju Sano Ngoang”

Advertisements

Melangkah setapak, beribu kata terinjak

*Abaikan kata-kata sok bersajak diatas, hanya bingung saja sudah hampir setahun tidak mengisi blog kesayangan ini. Jadi bisa ya cuman curhat.

Menginjakan kaki pertama kali dibumi osing, merupakan karier pertama saya di bekerja di LSM. Saat itu definisi LSM aja juga masih bingung, yang saya pahami adalah 11 aktivitas yang harus saya kerjakan selama kurun waktu 1 tahun di desa Bangsring, Banyuwangi.
Continue reading “Melangkah setapak, beribu kata terinjak”

Manta untuk siapa?

wpid-img_1144.jpgSaya mengenal manta sebenarnya sejak sekolah dasar ketika orangtua memberikan saya Tamiya tipe mantaray, kemudian saya juga melihat salah satu tokoh kamen rider dalam serial Kamen rider ryukii. Ketika kuliah membaca mengenai kehidupan manta dilaut membuat saya suka sekali dengan ikan elasmobranchi ini. Continue reading “Manta untuk siapa?”

Curhatan komodo

Menginjakan kaki pertama di tanah Manggarai Barat merupakan salah satu impian yang baru saja kesampaian selama 5,5 tahun bekerja di NTT. Mendengar besarnya nama dan promosi di tingkat dunia mengenai daerah ini tentunya sangat dinanti. 2 bulan lalu saya mendapatkan kesempatan untuk sedikit observasi program perikanan hiu dan pari manta di perairan TNK dan Manggarai Barat, tentunya saya akan banyak terlibat banyak diskusi dengan user disana yaitu nelayan, pengusaha perikanan, dive operator dan pemerintah setempat.

Berbicara pemanfaatan perairan tersebut untuk tujuan pariwisata dan perikanan tangkap cukup menarik. Pariwisata di kawasan perairan komodo tidak dipungkiri sangat jauh lebih maju dibandingkan daerah lain di NTT. Investor sungguh banyak mulai dari penginapan, restoran, jasa wisata hingga laundry pun ada. Jumlah wisatawan pertahun yang cukup fantastis, kalau tidak salah tahun sebelumnya kurang lebih 60.000 wisatawan. Perputaran uang pastinya sangat besar disektor ini.

image

Gambar 1. Sunset dari salah satu resort di Manggarai Barat
Continue reading “Curhatan komodo”

Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu

bycatch in Paloh
bycatch in Paloh

Mari saatnya kita menarik rejeki, ucap pa Asmadi sembari menyalakan mesin kapal yang dimilikinya sejak 5 tahun terakhir. Jaring insang hanyut sepanjang 1.317 m dengan 3 ukuran mess size 5,5’, 6,5’ dan 8’ telah ditebar sejak pukul 17.05 hingga 18:02 dan mulai ditarik 2 jam kemudian. Bagi nelayan asal Paloh Kabupaten Sambas, menangkap bawal putih (silver pomfrey) merupakan target utama mereka melaut. Jenis ini memiliki nilai jual yang paling tinggi di Paloh yaitu berkisar Rp 30.000-115.000 tergantung gradenya. Continue reading “Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu”

Mengerasnya pasir laut Alor

Bersyukur tanpa henti setiap melihat indahnya pantai dengan pasir putih bersih di sepanjang kabupaten Alor. Bahkan bagi orang yang pertama kali menginjakan Alor sudah disambut dengan pemandangan tersebut mulai dari atas pesawat, hingga melewati pantai Mali yang kemudian dilanjutkan pantai Maimol yang sangat bagus terlihat pada kisaran jam 9.00-14.00 karena warna biru yang menyegarkan mata.

imageGambar 1. Pantai Maimol

4 tahun berselang sejak kedatangan pertama kali di Alor tahun 2009,  Pembangunan di Kalabahi cukup berkembang. Dalam hal ini saya yang saya maksudkan adalah bangunan, namun mengarah kurang baik terhadap semakin banyaknya pantai yang terkikis abrasi dan mulai digantikan perannya dengan pembangunan talut ataupun bangunan penahan gelombang. Bagi saya keindahan itu menjadi tidak alami lagi. Continue reading “Mengerasnya pasir laut Alor”

Inspired by you

Sudah sekian kalinya menulis status berduka dan mengenang ka Tetha yang telah meninggalkan dunia konservasi selama-lamanya. Tapi kali ini saatnya kami meneruskan perjuangannya selama ini dan terus berkarya untuk terus memastikan adanya pengelolaan sumberdaya laut yang seimbang untuk kepentingan manusia dan alam itu sendiri.

image

Creusa ‘Tetha’ Hitipeuw merupakan wanita yang paling konsisten dengan pekerjaannya, passionnya terhadap spesies laut menjadi sumber inspirasi bagi saya. Melihat data trend populasi, distribusi dan jalur migrasi secara kontinyu terus dihasilkan bersama timnya mulai dari Paloh, berau, Bali, kei, koon, jamursba hingga teluk cendrawasih.

Beliau selalu mengajarkan kepada siapapun yang bertanya tentang penyu, duyung hingga hiu paus. Ka Tetha pernah memberikan saran ke saya untuk terus melakukan penelitian dugong di Alor untuk mengetahui pola distribusi dan behaviournya mumpung saya based di Alor dan hingga kini saya tidak berkesempatan menjalankannya. Maaf ka, semoga peneliti muda lainnya akan ada yang memulai dan saya akan terus mendorongnya.

Setiap slide presentasi program bycatch tidak pernah absen dari peta jalur migrasi penyu hijau dari tahun 2006 hinga saat ini, betapa kontribusi yang longlasting :). Informasi nesting penyu belimbing di Indonesia yang selalu direfer oleh peneliti asing dalam menyibak rahasia hidup penyu lintas benua ini pun menjadi salah satu hasil pekerjaan ka tetha dan timnya.

Memilih tinggal di Bali dibandingkan harus bekerja day by day di kota jakarta, mencari asbak dan tidak tahan berlama-lama tanpa rokok dan kopi itu ka tetha banget, email-email kritis dalam menjawab laporan donor dari dia sering sampai ke saya.  dan pernah juga menasehati saya. Tidak ada satupun ahli atau spesialis di WWF dia tidak sepakat jabatan saya jika menjadi tuna spesialis, karena setiap orang pasti berkembang.

image

Menari rokatenda bersama tim Nusa Tenggara plus Bali merupakan keceriaan terakhir kita bersama ya ka. Sampai jumpa dan terima kasih telah menginspirasi banyak tukik di tanah air ini. (YG)