Habitat penting Mrs.S and her baby

Seperti halnya survei SPAG aka survei ikan kawin pada perikanan demersal juga berlaku untuk hiu. Memang tidak semudah itu mengetahui lokasi kawinnya, bahkan saya pun belum pernah liat 😜. Habitat penting hiu disini yang dimaksud lebih kearah dimana anakan hiu diteukan, dimana induk hiu ditemukan dan perkiraan area si hiu akan kawin.

Continue reading “Habitat penting Mrs.S and her baby”

Advertisements

4 Hal yang Kurang Tepat Dalam Wisata Penyu

image

Moment melepaskan anakan penyu (tukik) merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi masyarakat, hal ini memicu semakin besarnya peminat wisatawan untuk turut proses ini, tidak jarang pula kegiatan pelepasan tukik menjadi acara simbolis pada beberapa kegiatan bernuansa lingkungan.

Continue reading “4 Hal yang Kurang Tepat Dalam Wisata Penyu”

Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu

bycatch in Paloh
bycatch in Paloh

Mari saatnya kita menarik rejeki, ucap pa Asmadi sembari menyalakan mesin kapal yang dimilikinya sejak 5 tahun terakhir. Jaring insang hanyut sepanjang 1.317 m dengan 3 ukuran mess size 5,5’, 6,5’ dan 8’ telah ditebar sejak pukul 17.05 hingga 18:02 dan mulai ditarik 2 jam kemudian. Bagi nelayan asal Paloh Kabupaten Sambas, menangkap bawal putih (silver pomfrey) merupakan target utama mereka melaut. Jenis ini memiliki nilai jual yang paling tinggi di Paloh yaitu berkisar Rp 30.000-115.000 tergantung gradenya. Continue reading “Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu”

Mengerasnya pasir laut Alor

Bersyukur tanpa henti setiap melihat indahnya pantai dengan pasir putih bersih di sepanjang kabupaten Alor. Bahkan bagi orang yang pertama kali menginjakan Alor sudah disambut dengan pemandangan tersebut mulai dari atas pesawat, hingga melewati pantai Mali yang kemudian dilanjutkan pantai Maimol yang sangat bagus terlihat pada kisaran jam 9.00-14.00 karena warna biru yang menyegarkan mata.

imageGambar 1. Pantai Maimol

4 tahun berselang sejak kedatangan pertama kali di Alor tahun 2009,  Pembangunan di Kalabahi cukup berkembang. Dalam hal ini saya yang saya maksudkan adalah bangunan, namun mengarah kurang baik terhadap semakin banyaknya pantai yang terkikis abrasi dan mulai digantikan perannya dengan pembangunan talut ataupun bangunan penahan gelombang. Bagi saya keindahan itu menjadi tidak alami lagi. Continue reading “Mengerasnya pasir laut Alor”

Inspired by you

Sudah sekian kalinya menulis status berduka dan mengenang ka Tetha yang telah meninggalkan dunia konservasi selama-lamanya. Tapi kali ini saatnya kami meneruskan perjuangannya selama ini dan terus berkarya untuk terus memastikan adanya pengelolaan sumberdaya laut yang seimbang untuk kepentingan manusia dan alam itu sendiri.

image

Creusa ‘Tetha’ Hitipeuw merupakan wanita yang paling konsisten dengan pekerjaannya, passionnya terhadap spesies laut menjadi sumber inspirasi bagi saya. Melihat data trend populasi, distribusi dan jalur migrasi secara kontinyu terus dihasilkan bersama timnya mulai dari Paloh, berau, Bali, kei, koon, jamursba hingga teluk cendrawasih.

Beliau selalu mengajarkan kepada siapapun yang bertanya tentang penyu, duyung hingga hiu paus. Ka Tetha pernah memberikan saran ke saya untuk terus melakukan penelitian dugong di Alor untuk mengetahui pola distribusi dan behaviournya mumpung saya based di Alor dan hingga kini saya tidak berkesempatan menjalankannya. Maaf ka, semoga peneliti muda lainnya akan ada yang memulai dan saya akan terus mendorongnya.

Setiap slide presentasi program bycatch tidak pernah absen dari peta jalur migrasi penyu hijau dari tahun 2006 hinga saat ini, betapa kontribusi yang longlasting :). Informasi nesting penyu belimbing di Indonesia yang selalu direfer oleh peneliti asing dalam menyibak rahasia hidup penyu lintas benua ini pun menjadi salah satu hasil pekerjaan ka tetha dan timnya.

Memilih tinggal di Bali dibandingkan harus bekerja day by day di kota jakarta, mencari asbak dan tidak tahan berlama-lama tanpa rokok dan kopi itu ka tetha banget, email-email kritis dalam menjawab laporan donor dari dia sering sampai ke saya.  dan pernah juga menasehati saya. Tidak ada satupun ahli atau spesialis di WWF dia tidak sepakat jabatan saya jika menjadi tuna spesialis, karena setiap orang pasti berkembang.

image

Menari rokatenda bersama tim Nusa Tenggara plus Bali merupakan keceriaan terakhir kita bersama ya ka. Sampai jumpa dan terima kasih telah menginspirasi banyak tukik di tanah air ini. (YG)

Menapaki daratan pulau-pulau Flores Timur

panorama larantukaFlores Timur merupakan kabupaten paling Timur dari daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten ini cukup terkenal secara luas adanya acara jalan santa pada acara paskah yang berlangsung setiap tahunnya di ibukota kabupaten yaitu Larantuka. Dalam waktu dekat ini kegiatan ini akan berlangsung yaitu pada akhir Maret 2013. Bagi saya mengamati  arsitektural gereja-gereja disepanjang pesisir Larantuka memiliki kesan sendiri, terutama dengan gereja dipantai kesusteran yang telah dirawat dengan baik sejak jaman misionaris Portugis tiba didaerah ini untuk menyebarkan agama. Continue reading “Menapaki daratan pulau-pulau Flores Timur”

Penyamaan persepsi EAFM dalam Rencana Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor

“Sangat menarik bahwa ternyata melalui kajian EAFM, saya bisa mendapatkan gambaran bahwa kinerja SKPD dapat dievaluasi berdasarkan apakah efektif dalam terkait perikanan” ungkap Ketua Komisi A di kabupaten Alor setelah mengikuti pertemuan EAFM yang difasilitasi oleh Bappeda dan WWF Indonesia pada kamis, 29 Agustus 2013 lalu. Pernyataan itu sedikit mendebarkan untuk para SKPD dan input menarik juga untuk kita coba mengenailkan EAFM ke anggota Dewan.

Sebenarnya instrumen EAFM bukan hal baru yang dikenalkan di kabupaten Alor, selama ini instrument dan hasil kajian awal sudah terintegrasi dalam rencana pengelolaan KKPD Alor, namun seberapa paham stakeholder mengartikan EAFM itu dalam perencanaan program pengelolaan. Oleh dasar itu juga pertemuan awal mengenai sosialisasi hasil kajian EAFM di kabupaten Alor telah dilakukan, pendekatan yang dilakukan sedikit berbeda dengan kabupaten Flores Timur yang dilakukan sebelumnya. Kabupaten Flores Timur masih memiliki tim Pengkajian Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (PP KKPD) dalam mendorong pembentukan KKPD seluas 150.000 Ha yang kemudian diperkuat dengan adanya POKJA EAFM didalam strukturnya, sedangkan kabupaten Alor sudah beberapa langkah jauh didepan. Tim PP KKPD kabupaten Alor yang memiliki kekuatan SK Bupati segera dibubarkan setelah terbentuknya Badan Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor yang tinggal menunggu waktu saja. Continue reading “Penyamaan persepsi EAFM dalam Rencana Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor”