Konsep dasar teknologi mengurangi Bycatch hewan Dilindungi dan Terancam Punah

LED hijau untuk mitigasi penyu

Salah satu ancaman terbesar dalam dunia perikanan adalah tanpa sengaja (bycatch) tertangkap hewan dilindungi dan terancam punah atau dalam bahasa jawa nya Endangered, Threatened and Protected (ETP) species. Contoh ETP yang menjadi perhatian global seperti penyu, hiu,lumba-lumba, paus, duyung hingga burung laut.  Dalam beberapa dekade terakhir teknologi modifikasi alat penangkap ikan terus berkembang tidak hanya untuk mendapatkan produktifitas perikanan yang maksimal namun juga bagaimana menurunkan ancaman terhadap biota eksotis tersebut. Kemudian seperti apa pengembangan teknologi itu telah ada? Continue reading “Konsep dasar teknologi mengurangi Bycatch hewan Dilindungi dan Terancam Punah”

Advertisements

Bagaimana hiu tertangkap?

image

Hiu Sebagai top predator yang ditakuti oleh hewan-hewan dibawah rantai makanan ternyata ya ga top top aja soalnya manusia lbh top lg. Bagaimana sih hiu bisa tertangkap? kenapa ya Indonesia itu bisa-bisanya jadi produsen hiu terbesar didunia? memangnya hiu itu enak ya? Semahal itu kah hiu hingga banyak yang nyari?. Segilintir pertanyaan lain sering diucapkan oleh teman-teman saya. Yuk sharing 🙂
Continue reading “Bagaimana hiu tertangkap?”

Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu

bycatch in Paloh
bycatch in Paloh

Mari saatnya kita menarik rejeki, ucap pa Asmadi sembari menyalakan mesin kapal yang dimilikinya sejak 5 tahun terakhir. Jaring insang hanyut sepanjang 1.317 m dengan 3 ukuran mess size 5,5’, 6,5’ dan 8’ telah ditebar sejak pukul 17.05 hingga 18:02 dan mulai ditarik 2 jam kemudian. Bagi nelayan asal Paloh Kabupaten Sambas, menangkap bawal putih (silver pomfrey) merupakan target utama mereka melaut. Jenis ini memiliki nilai jual yang paling tinggi di Paloh yaitu berkisar Rp 30.000-115.000 tergantung gradenya. Continue reading “Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu”

Inspired by you

Sudah sekian kalinya menulis status berduka dan mengenang ka Tetha yang telah meninggalkan dunia konservasi selama-lamanya. Tapi kali ini saatnya kami meneruskan perjuangannya selama ini dan terus berkarya untuk terus memastikan adanya pengelolaan sumberdaya laut yang seimbang untuk kepentingan manusia dan alam itu sendiri.

image

Creusa ‘Tetha’ Hitipeuw merupakan wanita yang paling konsisten dengan pekerjaannya, passionnya terhadap spesies laut menjadi sumber inspirasi bagi saya. Melihat data trend populasi, distribusi dan jalur migrasi secara kontinyu terus dihasilkan bersama timnya mulai dari Paloh, berau, Bali, kei, koon, jamursba hingga teluk cendrawasih.

Beliau selalu mengajarkan kepada siapapun yang bertanya tentang penyu, duyung hingga hiu paus. Ka Tetha pernah memberikan saran ke saya untuk terus melakukan penelitian dugong di Alor untuk mengetahui pola distribusi dan behaviournya mumpung saya based di Alor dan hingga kini saya tidak berkesempatan menjalankannya. Maaf ka, semoga peneliti muda lainnya akan ada yang memulai dan saya akan terus mendorongnya.

Setiap slide presentasi program bycatch tidak pernah absen dari peta jalur migrasi penyu hijau dari tahun 2006 hinga saat ini, betapa kontribusi yang longlasting :). Informasi nesting penyu belimbing di Indonesia yang selalu direfer oleh peneliti asing dalam menyibak rahasia hidup penyu lintas benua ini pun menjadi salah satu hasil pekerjaan ka tetha dan timnya.

Memilih tinggal di Bali dibandingkan harus bekerja day by day di kota jakarta, mencari asbak dan tidak tahan berlama-lama tanpa rokok dan kopi itu ka tetha banget, email-email kritis dalam menjawab laporan donor dari dia sering sampai ke saya.  dan pernah juga menasehati saya. Tidak ada satupun ahli atau spesialis di WWF dia tidak sepakat jabatan saya jika menjadi tuna spesialis, karena setiap orang pasti berkembang.

image

Menari rokatenda bersama tim Nusa Tenggara plus Bali merupakan keceriaan terakhir kita bersama ya ka. Sampai jumpa dan terima kasih telah menginspirasi banyak tukik di tanah air ini. (YG)

Baby scalloped hammerhead

3 minggu lalu dalam rangka survey bycatch gillnet saya menemukan anak hiu yang saat ini sedang gencar-gencarnya dibicarakan oleh berbagai praktisi yaitu Spyrna lewini atau Scalloped hammerhead  tertangkap tidak sengaja di nelayan tradisional disepanjang pantai teluk penyu. Jenis inj merupakan salah satu dari 4 jenis hiu dan 2 pari manta yang telah masuk CITES. Indonesia memiliki waktu hingga september 2014 dalam membuat regulasi dan rencana oengelolaan jenis-jenis ikan bertulang rawan tersebut (aelasmobranchi).

image

Bagi nelayan hal ini sudah biasa karena dalam 1 fishing ground mereka mjnimal 1 ekor pasti tertangkap tidak sengaja tiap bulannya, responden yang lain pun menguatkan bahwa ketika musimnya bisa 4 ekor tertangkap tiap bulannya untuk 1 kapal saja. Penasaran sekali saya menggali informasi ini dikarenakan semua yang tertangkap masih ukuran baby, bahkan beberapa ekor masih terdapat ari-ari nya. Saya yakin didaerah cilacap sampai gombong merupakan tempat induknya melepaskan anaknya ini.

Ini temuan yang menurut saya perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lanjutan, saya berharap daerah pelepasa  anakan itu menjadi zona inti yang perlu dijaga demi kelangsungan populasi ini. Diketahui hiu martil ini termasuk jenis pelagic coastal, dibandingkan jenis hiu martil yang lain, Spyrna lewini lebih sering dijumpai didaerah pesisir dan melepaskan anaknya didaerah tersebut. Masa kehamilan 12 bulan dan memiliki mortalitas yang tinggi juga, oleh karena perlu adanya upaya pengelolaan didaerah tersebut.(YG).

Bycatch penyu lekang

image

Penyu lekang mendominasi jenis penyu yang tertangkap tidak sengaja (bycatch) di kapal longline tuna. Data tersebut ditunjukan oleh pencatatan observer yang mengikuti kapal longline di bali.

Teridentifikasi lokasi penangkapan ikan diatas lintang 11○ diselatan bali. Distribusi penyu lekang ini memang cukup jauh dr pantai dan terhitung oceanic. Pengaturan wilayah tangkap di laut lepas diatur dalam Regional Fisheries Management Organization (RFMO) seperti IOTC (Indian Ocean Tuna Commision)  dimana resolusi yang dihasilkan salah satunya adalah terkait bycatch penyu.

Upaya mitigasi sedapat mungkin dapat dilakukan dengan melakukan serangkaian penanganan penyu diatas kapal, setting kedalaman longline >100m dan juga upaya mendorong nelayan kita di Indonesia untuk menggunakan mata pancing C (circle hook) yang efektif menghindari penyu tertangkap di kail. Informasi lanjutnya to be continued ya… 🙂 .YG

1’st Handling Bycatch

yoga-bycatch lekang

Ternyata penanganan penyu ga semudah bayangan gue ketika membaca BMP penangan penyu, kapal bergoyang dan hujan membuyarkan langkah-langkah terbaik dalam menangani penyu lekang satu ini. Penyu Lekang sepanjang kurang lebih 60 cm ini merupakan bycatch dari alat tangkap gillnet di perairan Paloh.

Panjang pantai peneluran Paloh sepanjang 63 km, cukup untuk membuat landasan bandara sebenarnya. Namun dikarenakan aktivitas nelayan dalam penangkapan ikan didaerah tersebut beririsan dengan waktu peneluran penyu. Sering dijumpai penyu yang tertangkap tidak sengaja di Jaring nelayan. Nelayan Paloh sebenarnya sangat rugi jika terdapat bycatch penyu, tidak hanya mengalami kerugian pada jaring mereka, namun juga watu yang dihabiskan untuk memperbaiki jaring yang rusak. Serta hingga saat ini mereka pun masih memegang teguh kearifan lokal untuk tidak melukai penyu ketika di laut, sehingga semua bycatch penyu sedapat mungkin dilepaskan kembali ke laut (YG).