Community based / Fisheries / My journey

Hebatnya orang pulau

Sebuah pujian yang saya berikan untuk orang-orang yang tinggal dikepulauan di Indonesia, bagaimana mereka bertahan dan melangsung hidupnya ditempat dengan teramat minimalis fasilitasnya. Entah bagaimana leluhur atau orang tua mereka pada awalnya memutuskan untuk mendiami suatu pulau.
saya sempat beberapa kali mengunjungi pulau Buaya (tidak ada buayanya kok) sebagai salah satu pulau di selat Pantar, Kabupaten Alor. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan pulau-pulau disekitarnya, yang tidak ada jaringan listrik, sulitnya air tawar dan tentunya barang-barang pokok makanan hanya dari lautan disekitar pulau, tapi ada juga dibeberapa tempat bisa ditanami kebun dan masyarakat mengembangkan ternak yang tidak berkandang. Masud saya benar-benar tidak dibangun kandang, so yang bersangkutan dengan bebas buang hajat dimana aja huuuu..
18 Juli 2011 lalu, saya dan anggota Panda lainya plus nyonya Tika, berencana ke Pulau Buaya. Dimulai dengan perjalanan darat ± 30 menit dari Kota Kalabahi ke Baulang sebagai tempat pangkalan kapal penyeberangan Pulau Alor (Main island)-Pulau Buaya, kami pun menunggu kapal yang akan dipakai untuk menyebrang ke pulau Buaya. Sambil menunggu saya sempat melihat aktivitas yang tidak umum ditemukan ditempat-tempat kalian tentunya ^^!. Jika dikota-kota besar membawa dirigen untuk antrian minyak tanah, disini mereka membawa dirigen untuk diisi dengan air tawar yang keluar dibibir pantai. Cukup membuat lubang dipinggir pantai, maka air tawar akan merembes keluar..Subahanallah. Mata air ini akan tertutup ketika pasang naik, oleh karena ada nelayan atau wanita-wanita ini mempunyai jangka waktu tertentu dalam memanfaatkan sumber PAM alam ini yaitu ketika air laut surut.
Gambar atu. Mata air tinggal coblos

Beralih ke pengamatan selanjutnya, ada nelayan yang sedang bongkar ikan untuk dijual ke papalele (midleman) yang kemudian akan dijual kembali dipasar lokal di kota Kalabahi. Untuk ukuran menangkap semalaman suntuk dan hanya berdua dalam 1 kapal dan menggunakan jaring dan pancing, nelayan ini mendapatkan ikan karang dan pelagis yang cukup banyak juga loh.bisa muat 1 mobil pick up.wooww..Dan kebayang ikan bakar aja ketika melihat hasil tangkapnnya, mulai dari ikan tenggiri, kakap, petambak, kerapu (yang ini ga dibayangin untuk dimakan kok, ga tega liat om kerapu juga ketangkep), dan berember-ember ekor kuning (Bawo).
Gambar dua. Hasil tangkapannya nelayan

Tantangan terhadap kebutuhan dasar bagi penduduk yang tinggal di pulau bukan itu saja, penerangan juga pastinya terbatas. Yang ada disini mereka terbantu oleh adanya panel surya (Solar Cell) per rumah, walaupun dah ga maksimal fungsinya saat ini dikarenakan kurangnya maintanance, seperti pada bagian akinya. Sama halnya dengan instalasi penyaringan air laut menjadi air tawar dipulau-pulau yang tidak berjalan seperti konsepnya yang sedemikian matang ^^!.Sedikit bocoran hee.hee sebenernya segala pengelolaan bantuan kaya gitu, kalo pemberdayaan masyarakatnya kurang mantaff ya seperti itu deh..seenaknya ndiri, karena ga merasa memiliki untuk kebutuhan sendiri sih..legowo pa legowo. Opsss ga mau bahas lebih dalam soal itu deh, bukan rana gue juga, ntar kalo salah ngomong berabe lagi.
Ga kebayang aja kalo dimusim-musim buruk di akhir tahun..segala gelombang dari barat plus angin was wus wess..pastinya menyulitkan mobilitas mereka terhadap akses kebutuhan pokok lainnya. Hujan boleh menyuburkan ladang mereka, tapi tau ndiri kebutuhan perut lebih besar dibandingkan besarnya ladang .
Biogas, solar cell, desalinitasi, intensifikasi ladang, dan sumber-sumber energi seperti itu tentunya sangat mutlaklah buat mendukung mereka. Namun jangan lupa juga segala fasilitas itu harusnya diberikan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat jangka panjang, kalo ga seperti itu, ya hanya menjadi pilot project sebentar aja atau anget-anget ta** kotok lah.
Walaupun begitu-begitu, orang pulau ini bukan berarti ga produktif loh. Buktinya aja dapat menghasilkan ikan yang banyak untuk konsumsi lokal maupun pasar lokal, kemudian yang ga mungkin ga ada didaerah NTT ini ya. Betapa hebatnya wanita-wanita yang menenun dengan motif keturunan leluhur mereka masing-masing (numpang promosi tenun ma model orang lokalnya ya hee.hee). Pokoknya tetep salut lah dengan segala plus minus mereka disana tapi tetep cinta Indonesia, buktinya aja mereka tetep mau belain timnas garuda didadaku walaupun KO, ga pernah absen nonton om Chris John, dan berjamaah kalo dah masuk jam siaran sinetron berbahasa Indonesia ala lebay kaya Cintrong fitri, Anak yang ucul dsb dsb dsb lah. (YG)

12 thoughts on “Hebatnya orang pulau

  1. sebenernya dilihat konteksnya dulu ndra, Dimana aja kalo kurang fasilitas dan harga barang apapun menjadi mahal. Mereka akan berusaha lebih keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga toh

  2. membaca tulisan akang bener bener menarik,orang yang mencintai tanah air,mereka pasti akan mempertahankan dan bertahan di tanah itu bagaimanapun caranya

  3. Hi kak.. Menarik sekali tulisannya.. Saya butuh info lebih mengenai pulau Buaya. Bisa kah kita berkomunikasi lewat media lain?? Email atau SMS?? Tolong balas comment saya secepatnya. Terima kasih🙂

    Shintia (shintia_lee@hotmail.com)

  4. thq yeaa. . . .
    Zaalam knaaal. . ,
    aku putra asli daerah dr puloo buaaya. . .
    BTW, , ,kapan tour ksananya??

  5. Aku anak pulau Buaya,pa yg d gmbrkn mang benar smuaxx…tp sekarang sudah lebih bagus lgi.kapan2 datang lagi y….d tunggu kedatanganxxx

  6. tulisaanya menarik dibaca,langsung kebayang seolah olah berada di tempat itu…salut dengan kehidupan mereka yang apa adanya,penuh semangat, kreatif dlm mnjalani kehidupan (Y)… hhhmmmmm ttg hasil laut dan karya exotic jemari perempuan Alor berupa tenunan sungguh luar biasa.perpaduan kesempurnaan antara alam dan bakat bagi orang2 Alor yg di berikan oleh Sang Pencipta yg harus dilestarikan🙂

  7. tdk ada keluhan untuk orng pulau buaya…sllu sungguh2 dn teliti dlm mengerjakan sesuatu,,,,pulau buaya the best is the best,,,sa pu mama ju ada tuu,,, lg borok ikan,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s