Habitat penting Mrs.S and her baby

Seperti halnya survei SPAG aka survei ikan kawin pada perikanan demersal juga berlaku untuk hiu. Memang tidak semudah itu mengetahui lokasi kawinnya, bahkan saya pun belum pernah liat 😜. Habitat penting hiu disini yang dimaksud lebih kearah dimana anakan hiu diteukan, dimana induk hiu ditemukan dan perkiraan area si hiu akan kawin.

Continue reading “Habitat penting Mrs.S and her baby”

Advertisements

4 Hal yang Kurang Tepat Dalam Wisata Penyu

image

Moment melepaskan anakan penyu (tukik) merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi masyarakat, hal ini memicu semakin besarnya peminat wisatawan untuk turut proses ini, tidak jarang pula kegiatan pelepasan tukik menjadi acara simbolis pada beberapa kegiatan bernuansa lingkungan.

Continue reading “4 Hal yang Kurang Tepat Dalam Wisata Penyu”

Bagaimana hiu tertangkap?

image

Hiu Sebagai top predator yang ditakuti oleh hewan-hewan dibawah rantai makanan ternyata ya ga top top aja soalnya manusia lbh top lg. Bagaimana sih hiu bisa tertangkap? kenapa ya Indonesia itu bisa-bisanya jadi produsen hiu terbesar didunia? memangnya hiu itu enak ya? Semahal itu kah hiu hingga banyak yang nyari?. Segilintir pertanyaan lain sering diucapkan oleh teman-teman saya. Yuk sharing 🙂
Continue reading “Bagaimana hiu tertangkap?”

Manta untuk siapa?

wpid-img_1144.jpgSaya mengenal manta sebenarnya sejak sekolah dasar ketika orangtua memberikan saya Tamiya tipe mantaray, kemudian saya juga melihat salah satu tokoh kamen rider dalam serial Kamen rider ryukii. Ketika kuliah membaca mengenai kehidupan manta dilaut membuat saya suka sekali dengan ikan elasmobranchi ini. Continue reading “Manta untuk siapa?”

Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu

bycatch in Paloh
bycatch in Paloh

Mari saatnya kita menarik rejeki, ucap pa Asmadi sembari menyalakan mesin kapal yang dimilikinya sejak 5 tahun terakhir. Jaring insang hanyut sepanjang 1.317 m dengan 3 ukuran mess size 5,5’, 6,5’ dan 8’ telah ditebar sejak pukul 17.05 hingga 18:02 dan mulai ditarik 2 jam kemudian. Bagi nelayan asal Paloh Kabupaten Sambas, menangkap bawal putih (silver pomfrey) merupakan target utama mereka melaut. Jenis ini memiliki nilai jual yang paling tinggi di Paloh yaitu berkisar Rp 30.000-115.000 tergantung gradenya. Continue reading “Lebih Baik bawal dibandingkan Penyu”

Pembelajaran upaya Penanganan Mamalia Laut Terdampar

Cukup lama juga baru upload kegiatan ini, maklum menunggu versi officialnya disitus tetangga naik dulu baru mau publish :). Kebetulan yang disengaja, loh!. pada Selasa, 26 November 2013 ruangan pertemuan di Hotel Sanur Beach dipadati oleh praktisi, pemerintah daerah dan Pusat, akademisi hingga dokter hewan yang mengikuti kegiatan Workshop Tingkat Nasional mengenai Mamalia Laut Terdampar di Indonesia. Sangat beruntung diberi kesempatan ini, coba dari dulu ketika saya berdomisili di NTT, tapi tidak ada kata terlambat ya guys.

Kegiatan ini dimulai dengan materi Penangangan cetacean terdampar yang dilanjutkan dengan studi kasus dan simulasi lapangan. Komponen yang ideal dalam penanganan cetacean terdampar adalah terdiri atas prosedur penanganan pada first responden, identifikasi jenis cetacean, identifikasi penyebab kematian adanya kordinator yang mengatur penanganan dan pasca penanganan lanjutannya, serta perlu adanya tindakan necropsy. Namun pada banyak kondisi dilapangan tidak semua hal tersedia. Oleh karena itu perlu adanya upaya improvisasi yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam pelatihan ini peserta dibagikan dalam 3 kelompok yang bertugas memecahkan solusi penanganan mamalia laut terdampar dengan berbagai skenario. Continue reading “Pembelajaran upaya Penanganan Mamalia Laut Terdampar”

Inspired by you

Sudah sekian kalinya menulis status berduka dan mengenang ka Tetha yang telah meninggalkan dunia konservasi selama-lamanya. Tapi kali ini saatnya kami meneruskan perjuangannya selama ini dan terus berkarya untuk terus memastikan adanya pengelolaan sumberdaya laut yang seimbang untuk kepentingan manusia dan alam itu sendiri.

image

Creusa ‘Tetha’ Hitipeuw merupakan wanita yang paling konsisten dengan pekerjaannya, passionnya terhadap spesies laut menjadi sumber inspirasi bagi saya. Melihat data trend populasi, distribusi dan jalur migrasi secara kontinyu terus dihasilkan bersama timnya mulai dari Paloh, berau, Bali, kei, koon, jamursba hingga teluk cendrawasih.

Beliau selalu mengajarkan kepada siapapun yang bertanya tentang penyu, duyung hingga hiu paus. Ka Tetha pernah memberikan saran ke saya untuk terus melakukan penelitian dugong di Alor untuk mengetahui pola distribusi dan behaviournya mumpung saya based di Alor dan hingga kini saya tidak berkesempatan menjalankannya. Maaf ka, semoga peneliti muda lainnya akan ada yang memulai dan saya akan terus mendorongnya.

Setiap slide presentasi program bycatch tidak pernah absen dari peta jalur migrasi penyu hijau dari tahun 2006 hinga saat ini, betapa kontribusi yang longlasting :). Informasi nesting penyu belimbing di Indonesia yang selalu direfer oleh peneliti asing dalam menyibak rahasia hidup penyu lintas benua ini pun menjadi salah satu hasil pekerjaan ka tetha dan timnya.

Memilih tinggal di Bali dibandingkan harus bekerja day by day di kota jakarta, mencari asbak dan tidak tahan berlama-lama tanpa rokok dan kopi itu ka tetha banget, email-email kritis dalam menjawab laporan donor dari dia sering sampai ke saya.  dan pernah juga menasehati saya. Tidak ada satupun ahli atau spesialis di WWF dia tidak sepakat jabatan saya jika menjadi tuna spesialis, karena setiap orang pasti berkembang.

image

Menari rokatenda bersama tim Nusa Tenggara plus Bali merupakan keceriaan terakhir kita bersama ya ka. Sampai jumpa dan terima kasih telah menginspirasi banyak tukik di tanah air ini. (YG)