Baby scalloped hammerhead

3 minggu lalu dalam rangka survey bycatch gillnet saya menemukan anak hiu yang saat ini sedang gencar-gencarnya dibicarakan oleh berbagai praktisi yaitu Spyrna lewini atau Scalloped hammerhead  tertangkap tidak sengaja di nelayan tradisional disepanjang pantai teluk penyu. Jenis inj merupakan salah satu dari 4 jenis hiu dan 2 pari manta yang telah masuk CITES. Indonesia memiliki waktu hingga september 2014 dalam membuat regulasi dan rencana oengelolaan jenis-jenis ikan bertulang rawan tersebut (aelasmobranchi).

image

Bagi nelayan hal ini sudah biasa karena dalam 1 fishing ground mereka mjnimal 1 ekor pasti tertangkap tidak sengaja tiap bulannya, responden yang lain pun menguatkan bahwa ketika musimnya bisa 4 ekor tertangkap tiap bulannya untuk 1 kapal saja. Penasaran sekali saya menggali informasi ini dikarenakan semua yang tertangkap masih ukuran baby, bahkan beberapa ekor masih terdapat ari-ari nya. Saya yakin didaerah cilacap sampai gombong merupakan tempat induknya melepaskan anaknya ini.

Ini temuan yang menurut saya perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lanjutan, saya berharap daerah pelepasa  anakan itu menjadi zona inti yang perlu dijaga demi kelangsungan populasi ini. Diketahui hiu martil ini termasuk jenis pelagic coastal, dibandingkan jenis hiu martil yang lain, Spyrna lewini lebih sering dijumpai didaerah pesisir dan melepaskan anaknya didaerah tersebut. Masa kehamilan 12 bulan dan memiliki mortalitas yang tinggi juga, oleh karena perlu adanya upaya pengelolaan didaerah tersebut.(YG).

Advertisements

my work is my journey

Sepanjang hari gue selalu menyebutkan judul itu ketika ngojek dipantai selatan kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur berharap terekam di alam bawah sadar gue supaya mau menulis artikel di blog lagi seperti ini ^^!. Hasilnya cukup menggembirakan, karena akhirnya launching juga atu artikel semenjak setegah tahun yang lalu [parah akut 😦 ].

Well, kembali ke cerita. Saat ini gue sedang survey perception monitoring terhadap daerah perlindungan laut, arti ndesonya ya, gue pengen tau seberapa paham masyarakat mengenai definisi or tingkah lakunye tentang pengelolaan laut. Kami survey di 9 kecamatan yang terbagi menjadi 30 desa pesisir dalam 4 hari, jelas mustahal kalo dilakukan cuman sendirian toh. Jadi kami merekrut kawan-kawan mahasiswa/i dari UNKAW dan UNDANA Kupang, thanx guys 🙂 Continue reading “my work is my journey”