Survey Reef health di perairan Alor (Part 2)

Serasa sinetron aja nih, pake bersambung segala ^^!. Pokokmen kalie ini gue cerita bagian jalan-jalannya aja ya.

Day 1. Penyelaman site pertama di Pulau Treweng, kami memutuskan mengambil bagian utara untuk titik penyelaman disini. Pertama gue dan mas Iphink snorklingan untuk mencari titik awal transect yang paling memungkinkan dan diusahakan kondisi karang yang terbaik di areal tersebut. Jarak dari titik penyelaman dari bibir pantai sekitar 10m tapi kedalamannya, duh duh..langsung biru. Sekitar 10 menit, kami bilang oke, semua tim penyelaman yang terdiri dari Hisyam dan Husnan sebagai pendata ikan target, lely dan Irvan yang mendata substrat karang, saya menggelar 5 transect (@50m), dan mas ipink bersama mas Vidi mencoba mencari kerapu untuk pendataan SPAG. Continue reading “Survey Reef health di perairan Alor (Part 2)”

Advertisements

Survey Reef Health di perairan Alor

“Penyelam dalam kondisi fit, jumlah peralatan scuba pas, kapal Koteklema siap jalan…Mariee kita survey Reef Health”

15-21 Mei 2011 ini, WWF-Indonesia solor Alor Project (Kantor aye nih 🙂 ), DKP kabupaten Alor, dan teman-teman MDC yang tergabung dalam tim Ekspedisi Caretta V berencana melakukan pemantauan kesehatan karang (Reef Health) di perairan kabupaten Alor.

Bukan kita saja loh yang setiap tahun medical check up, terumbu karang juga perlu dicheck kesehatannya, sama halnya dengan kondisi kantong kita. Pengecheckan kesehatan tetep dimana-mana mahal bo ^^!, survey ini juga terhitung salah satu metode survey yang butuh waktu, tenaga penyelam dan hepeng yang banyak loh.Maklum metode yang digunakan kualitatif dan kuantatif sih. Oleh karena itu idealnya dilakukan 1-2 tahun sekali. Namun mahal itu bukan suatu bentuk ukuran, seperti pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati (paling seneng nih marketing obat hee.hee peace). Continue reading “Survey Reef Health di perairan Alor”