Menapaki daratan pulau-pulau Flores Timur

panorama larantukaFlores Timur merupakan kabupaten paling Timur dari daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten ini cukup terkenal secara luas adanya acara jalan santa pada acara paskah yang berlangsung setiap tahunnya di ibukota kabupaten yaitu Larantuka. Dalam waktu dekat ini kegiatan ini akan berlangsung yaitu pada akhir Maret 2013. Bagi saya mengamati¬† arsitektural gereja-gereja disepanjang pesisir Larantuka memiliki kesan sendiri, terutama dengan gereja dipantai kesusteran yang telah dirawat dengan baik sejak jaman misionaris Portugis tiba didaerah ini untuk menyebarkan agama. Continue reading “Menapaki daratan pulau-pulau Flores Timur”

Advertisements

Kerapu Besar adalah harapan

IMG_20130105_082318

Senangnya masih dapat bertemu dengan Kerapu besar, ini mengindikasikan perairan di Kabupaten FLores Timur masih menyimpan harapan bagi pelestarian perikanan demersal kedepannya. TUgas utama secara bersama yang harus dilakukan saat ini yaitu bagaimana mengetahui lokasi peneluran ikan kerapu ini.Dimana, kapan, jenis apa merupakan informasi dasar yang perlu digali dalam urgensi ini. Continue reading “Kerapu Besar adalah harapan”

Bagan Apung yang terapung-apung

Teluk mutiara

Setiap naik kapal penumpang antar pulau di Alor, saya sering berpapasan dengan salah satu alat tangkap pasif seperti gambar diatas. Orang Indonesia umumnya menyebut sebagai Bagan apung atau bagan rakit, sejujurnya agak menutupi jalur pelayaran didalam teluk Kalabahi ketika jumlah pemasangannya semakin banyak. Saya penasaran untuk mencari lebih banyak informasi terkait Bagan apung.¬† Setengah hari browshing sana baca sini, berikut ulasan mengenai bagan apung. Continue reading “Bagan Apung yang terapung-apung”

Huhatei alat tangkap dengan segudang umpan

Huhatei atau sering dinamakan Skipjack pole and line merupakan salah satu metode penangkapan yang bersifat masal. Di kabupaten Flores Timur tercatat jumlah armada yang menggunakan alat tangkap ini sebanyak 79 kapal huhatei dengan¬† ukuran 6-30 GT yang beroperasi setiap tahunnya di perairan Laut Flores dan Laut Sawu. Continue reading “Huhatei alat tangkap dengan segudang umpan”

Penangkapan Tuna Malam hari

Jam tepat menunjukan pukul 20:30 WITA ketika kami mendorong perahu dengan kapasitas 2 GT dari pantai didesa Watobuku (Lamakera). Bermodalkan alat tangkap pancing, penampung umpan dan lampu gas dari minyak tanah Pa Ahmad Muang beserta anaknya mencari umpan hidup untuk menangkap tuna.

Setelah 20 menit perjalanan Pa Ahmad mulai menyalakan lampu gasnya, semakin terang semakin baik untuk menarik ikan supaya mendekati kapal dan memudahkan pa Ahmad memancingnya. Satu persatu ikan Tembang minyak (Temi) didapatkannya dengan pancing ulur, secepat mungkin hasil tangkapannya dimasukan ke keranjang penampung umpan untuk menjaga temi tetap hidup. Continue reading “Penangkapan Tuna Malam hari”