bycatch / Fisheries / marine life / mitigation

Bagaimana hiu tertangkap?

image

Hiu Sebagai top predator yang ditakuti oleh hewan-hewan dibawah rantai makanan ternyata ya ga top top aja soalnya manusia lbh top lg. Bagaimana sih hiu bisa tertangkap? kenapa ya Indonesia itu bisa-bisanya jadi produsen hiu terbesar didunia? memangnya hiu itu enak ya? Semahal itu kah hiu hingga banyak yang nyari?. Segilintir pertanyaan lain sering diucapkan oleh teman-teman saya. Yuk sharingšŸ™‚

1. Bagaimana hiu tertangkap?
Sebenernya ga pengen ditangkep, kebetulan aja ditangkep. Lemayan ada harganya. Hal ini yang sering disampaikan nelayan. Istilah perikanan menyebutnya tangkapan sampingan atau by catch. Nah masalahnya diketahui 72% tangkapan hiu di Indonesia itu ga sengaja. Gimana dung? Ada beberapa jenis alat tangkap yang memiliki potensi bycatch tinggi dalam penggunaannya, antara lain :
a. Pukat hela atau trawl
Dari klasifikasi alat tangkap, alat ini paling ga selektif alias ga ramah lingkungan. Semua yang dilewati digarap. Batu didasar perairan aja bisa keangkat pada trawl udang. Alat tangkap ini biasanya dioperasikan hntuk mentargetkan ikan dikolom air (trawl ikan) atau udang didasar perairan (trawl udang). Namun ibarat potong rumput, yang dilewatinnya semua diciduk.makanya trawl sangat dibatasi, izin penggunaannya sebenarnya hanys diperbolehkan di wikayah arafura dan Tarakan.namun pada kenyataanya dipantura ada loh, namanya aja yang beda (nama lokal) tp prinsip kerjanya sama. Baru sadar gue selama ini makan lumpia disemarang sebenernya alat tangkapnya apa ya,hmmm . Semoga ga pake trawl mini atau arad (nama lokal di jateng). Umumnya hiu yang tertangkap jenis-jenis hiu dasar yang kecil-kecilšŸ˜¦ seperti hiu tokek dan keluarganya.

b. Jaring insang
Nah alat tangkap ini merupakan alat tangkap terbuanyak penggunanya diperairan negeri ini. Simpel, murah (dibandingkan alat tangkap jaring lainnya loh), pembuatan lebih simpel dan dapat digunakan dari ga punya kapal, sampan mpe kapal besar.
Sebenarnya selektif karena pengaturannya ada ukuran mata jaring disesuaikan dengan ikan targetnya. Namun banyak yang dioperasikan ditepian pantai biasa anakan hiu nyari makan, atau induk yang melepaskan anakannya. Kalo penggunaannya didasar terumbu karang lebih repot juga. Hiu sering tertangkap nih. Permasalahan lainnya, tidak hanya ukuran mata jaring, dan letak pengoperasiannya, masalah panjangnya juga ajaib. Sudah diatur bahwa nelayan diperbolehkan nebar jaring pada panjang tertentu perkapalnya, tapi sangking semangatnya mo dapet lebih banhak ikan diperpanjanglah. Semua nelayan berpikir yang sama. Walhasil macam pagar aja dilaut. Jenis hiu yang ketangkap lebih beragam ni. Klo pengoperadiannya didaerah karang biasanya hiu karang seperti black tip, white tip dll. Jika dioperasikan dipinggiran tebing laut/slope bisa saja hih martil yang mk lepaskan anakanya, induk ,ma anaknya juga kena. Kalau dilajt lepas hang ketangkep jauh lbh banyak. Let say silky shark, threser shark, blue shark mako sharks

c. Pancing rawai (longline)
Alat tangkap ini biasa yang digunakan untuk nangkep tuna kalau dilaut lepas, dan nargetin ikan karang kalau pengoperasiannya didasar karang. Sangat membahayakan kalo masangnya didaerah karang, jika dilaut lepas juga lemayan banhak dapetnya. Biasa menggunakan umpan segar, sapa juga hiu yang ga mau. Apalagi daerah jajahannya. Top 3 hiu yg ketangkep pada longline tuna adalah blue sharks, threser sharks dan hiu-hiu hitam menyeramkan aka dogfish.

d. Pukat cincin (purse seine)
Pukat lingkar ini jika dipadukan dengan rumpon akan semakin yahud, tidak hanya cepat menghabiskan sumberdaya juga ketangkep bycatch hiu yang lagi asik dirumpon. Hiu yang ketangkep alat tangkap ini kemungkinan hidupnya tipis euy. Berdasarkan penelitian diatas 80% pasti out lah

Sebenernya masih banyak lg alat tangkap lainnya. Gambarnya browse sendiri ya di mbah google. Namun pointnya adalah mangnya ga bisa dicegah. Bisa kok, scra yang ketangkep ga sengaja masih hidup.kesegarannya tergantung pake alat tangkap apa dulu ya. Nah cara penanganannya ada caranya kok. Saya ga jelasin detil itu jd berapa judul sendiri. Trus upaya lainnya bisa modifikasi alat tangkap dan menggunakan alat penghindar hiu seperti magnet. Yang penting nelayannya mau apa enggak nanganinnya

2. Indonesia produsen tertinggi
Its so obvious, perairan laut luas ya iya, alat tangkap perikanan ya jutaan. Nelayan target hiu dibeberapa lokasi di indonesia masih kalah prosentase sama yg by catch. Plus pasarnya menyambut baik, eksport ya hayoo untuk sirip ukuran besar, kulit, tulang dan sebagian kecil daging. Domestik ya iya juga. Kulit buat dompet, jadi kerupuk, gigi jadi souvenir kalung-kalung dan sapa yg sangka kalo dagingnya kalo dah diasepin atau diasinin dah ga bisa dibedain sama daging pari.banyakkan ibu2 yang beli dipasar ga notice, atau bahkan ga tau klo hiu terancam populasinya

3. Mang hiu itu enak ya?
Subjektif ni, gue sih ga suka. Pernah makan tp mang ga enak. Tergantung yang ngolsh sih.oopss. kalo ga enak ya knapa permintaannya ada aja. Pasti banyak yang suka lah. Yang percaya kesehatan ya ada dengan minyaknya, yang mengagungkan prestice yo masih ada generasi penikmat ini dengan dasar adat, yang jago ngolahnya ya enak enak aja, nah yang bahaya yang ga tau tapi suka dan pesen terus. Nah sapa tuh. Ga bisa dipungkiri banyak yang suka tapi bukanĀ  berarti ga ada pilihan lain toh. Lebih baik makan ikan pelagis dengan populasi yang masih baik, ditangkap dengan cara yang baik diwaktu yang baik #tsah macam primbon. Lbh baik makan ikan dengan tingkat produksi tinggi dan cepat dibandingkan hiu yang ketemu calonnya aja lama, keturunannya dikit pula

4.mahal ga sih?
Beragam kok harganya, sirip tetep produk yang paling mahal dan kelasnya resto-resto gtu deh, kalo daging lebih merakyat. Murmer. Nah terus kenapa nelayan masih aja jual klo harga jualnya ga bagus-bagus amat. Dalam beberapa kasus, nelayan yang ga dapet-dapet ikan buruannya bycatch hiu itu seperti komoditi balik modal operasional, bisa juga jadi tambahan uang saku nelayan. Karena insentifnya ga besar dr perusahaan atau juragan mereka bekerja, ada yg didaratkan utuh kalo palkanya ada ruang, atau dipotong siripnya kalo mang ruang terbatas. Semua bagian hiu bisa jadi uang karena semua pembeli menghargainya. Jadi kalo sayang sama hiu lebih baik tidak membeli produk raw maupun olahannya ya.

Lebih baik dinikmatin macam begini

image

Cheers
-YG-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s