Fisheries / MPA

Penyamaan persepsi EAFM dalam Rencana Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor

“Sangat menarik bahwa ternyata melalui kajian EAFM, saya bisa mendapatkan gambaran bahwa kinerja SKPD dapat dievaluasi berdasarkan apakah efektif dalam terkait perikanan” ungkap Ketua Komisi A di kabupaten Alor setelah mengikuti pertemuan EAFM yang difasilitasi oleh Bappeda dan WWF Indonesia pada kamis, 29 Agustus 2013 lalu. Pernyataan itu sedikit mendebarkan untuk para SKPD dan input menarik juga untuk kita coba mengenailkan EAFM ke anggota Dewan.

Sebenarnya instrumen EAFM bukan hal baru yang dikenalkan di kabupaten Alor, selama ini instrument dan hasil kajian awal sudah terintegrasi dalam rencana pengelolaan KKPD Alor, namun seberapa paham stakeholder mengartikan EAFM itu dalam perencanaan program pengelolaan. Oleh dasar itu juga pertemuan awal mengenai sosialisasi hasil kajian EAFM di kabupaten Alor telah dilakukan, pendekatan yang dilakukan sedikit berbeda dengan kabupaten Flores Timur yang dilakukan sebelumnya. Kabupaten Flores Timur masih memiliki tim Pengkajian Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (PP KKPD) dalam mendorong pembentukan KKPD seluas 150.000 Ha yang kemudian diperkuat dengan adanya POKJA EAFM didalam strukturnya, sedangkan kabupaten Alor sudah beberapa langkah jauh didepan. Tim PP KKPD kabupaten Alor yang memiliki kekuatan SK Bupati segera dibubarkan setelah terbentuknya Badan Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor yang tinggal menunggu waktu saja.

Dalam perencanaan program pengelolaan kawasan KKPD yang telah termuat didalam dokumen Rencana pengelolaan (management plan) telah sedikit banyak juga merujuk pada kajian awal EAFM kabupaten Alor 2012 dalam proses penyusunnya. Jadi yang kami lakukan selain memastikan meningkatnya pemahaman mengenai EAFM di kawan-kawan SKPD, LSM dan akademisi lokal adalah memastikan tim kecil yang akan menjalankan update assessment untuk periode berikutnya dan dalam upaya meningkatkan performa EAFM secara kelembagaan tim tersebut juga harus diperkuat mengingat mayoritas adalah SKPD yang membutuhkan dasar hukum setiap aktivitasnya, kemudian memastikan juga pemahaman secara utuh dimana kaitannya KKPD dengan instrument EAFM.

Proses awal kegiatan ini dilakukan dimulai dengan mengutarakan maksud dan tujuan di Bappeda kabupaten ALor sebagai badan kordinasi ditingkat lokal. Mereka membantu selanjutnya dalam memfasilitasi kegiatan ini berlangsung. Namun belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Kordinasi di satu pihak saja kurang cukup untuk proses awal sosialisasi. Bermodal konsep rancangan kegiatan yang WWF telah usungkan, kami mendatangi secara terpisah SKPD, LSM dan akademisi untuk membangun pemahaman sejak awal sebelum kegiatan, bahkan beberapa pihak sudah dishare materi yang akan disampaikan berikutnya. Hal ini dilakukan dengan harapan setiap pihak saat datang ke pertemuan akan lebih kritis dan advance dalam diskusinya, kemudian sejak awal mereka sudah mempersiapkan orang atau jabatan tertentu yang ditunjuk untuk mengikuti kegiatan secara kontinyu kedepannya sebagai tim EAFM.

Setelah pembukaan kegiatan telah dilakukan oleh Staf ahli Bupati, materi pertama disajikan oleh ibu I.U Lochana Dewi yang akrab dipanggil ibu Chana dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Beliau menyampaikan secara baik untuk materi pengenalan EAFM secara umum dan bagaimana posisi EAFM dalam mendukung KKPD Alor, berikut 3 slide yang membuat saya tertarik atas presentasi beliau :

slide 1Gambar 1. Slide presentasi gambaran Umum EAFM di kabupaten ALor (I.U Lochana Dewi, 2013)

Pada slide pertama menunjukan bahwa dalam dokumen pengelolaan KKPD terdapat 8 Bab, mulai dari Bab 2 hingga Bab 7 merupakan inti dari assessment indikator EAFM sedangkan pada Bab 8 merupakan hasil dari analisa performa EAFM. Program peningkatan performa EAFM akan banyak dituangkan didalam bab 8. Kemudian secara lebih terperinci dijelaskan kembali pada 2 slide berikutnya. Beberapa aktivitas yang dijalankan dalam pengelolaan KKPD kabupaten Alor menjawab indikator pada EAFM, hal ini ditandai dengan lingkaran dengan warna sesuai domain di EAFM. Contoh pada lingkaran berwarna orange yaitu Kelembagaan, pengawasan dan pengamanan serta kebijakan akan menjawab domain kelembagaan dan seperti itu selanjutnya.

Penjelasan ini sangat menarik antusias peserta dalam bertanya dan sudah mulai mengarah kepada pertanyaan seperti apa kondisi performa EAFM di kabupaten Alor yang kemudian dijelaskan oleh saya sendiri untuk hasil assessment EAFM dikabupaten Alor. Kami bersyukur Bappeda berhasil mengundang Ketua Komisi A DPRD ALor yang mengikuti kegiatan secara penuh, sehingga pastinya memberikan warna diskusi menjadi lebih menarik. Input yang menarik lainnya adalah EAFM dalam digunakan untuk mengukur efektifitas program pengelolaan perikanan didalam kawasan KKPD kabupaten Alor dan juga diluar kawasan KKPD Alor.

Dalam presentasi saya menjelaskan hasil assessment pada setiap indikator yang kemudian kita rangkum performa dalam setiap domain seperti ditunjukan pada slide pertama. Performa EAFM di kabupaten Alor menunjukan dalam kondisi secara umum adalah sedang, dengan mayoritas domain dalam kondisi sedang. Namun sayangnya masih ditemukan domain dalam kondisi buruk yaitu domain Ekonomi. Berikut saya tampilkan 3 slide yang menjadi salah satu fokus dari kegiatan hari itu sendiri yaitu :

slide2Gambar 2. Presentasi hasil kajian EAFM di Kabupaten ALor tahun 2012 (Dwi Ariyogagautama dan Donny M Bessi, 2013)

Peningkatan performa yang diusulkan untuk dilakukan selanjutnya jika mengacu pada setiap indikator yaitu 11 indikator dalam kondisi buruk ditandai dengan warna merah, 17 indikator dalam kondisi Sedang dengan warna kuning  dan 4 indikator dalam kondisi baik dengan warna hijau. Kondisi merah bukan hanya dikarenakan kondisinya dilapangan itu buruk, namun ada beberapa indikator tidak terdapat data, sehingga perlu dilakukan pengumpulan data untuk meningkatkan statusnya.

Hasil akhir dari kegiatan ini telah dirumuskan beberapa point yaitu terutama bagaimana meningkatkan performa EAFM pada tahun 2013 ini dengan waktu yang ada. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menunjuk DKP untuk memfasilitasi pembentukan tim Pokja EAFM yang terdiri atas berbagai SKPD yang terkait dengan EAFM dalam bulan September depan hingga pada penetapan SK Bupati, namun jika proses Perbup badan pengelola telah keluar lebih awal. Pokja ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan didalam badan pengelola KKPD kabupaten ALor tersebut.

Setelah itu, tim yang telah disepakati akan dilakukan serangkaian kegiatan pendampingan dalam peningkatan kapasitas dalam penggunaan instrument EAFM selama bulan Oktober, yang kemudian dilanjuti update data EAFM tahun 2013 oleh tim yang ditargetkan pada awal Desember dapat dipresentasikan untuk mendorong pembuatan program tahunan yang mengacu pada peningkatan performa EAFM(YG).

One thought on “Penyamaan persepsi EAFM dalam Rencana Pengelolaan KKPD Kabupaten Alor

  1. Terima kasih Atap Laut. Semoga kita terus mengimplementasikan hasil implementasi EAFM di kabupaten Alor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s