Community based / Fisheries / marine life / MPA / Negoisasi

Orientasi keberlanjutan perdagangan Tuna

IMG_20130111_051936Belum genap 1 hari saya, nelayan, pemda dan pengusaha duduk bersama dalam merencanakan perdagangan tuna yang berkelanjutan di desa Balauring, Lembata. Ternyata tidak mudah memastikan bisnis ini saling menguntungkan diberbagai pihak, Industri perikanan dipastikan memerlukan kapasitas produksi yang memadai untuk usaha bisnis mereka, nelayan berharap harga ikan terus menguntungkan bagi mereka, dan Pemda menginginkan iklim investasi yang baik untuk daerah dan masyarakatnya, sedangkan idealisme kami adalah bagaimana stok perikanan tuna tersebut masih dalam konteks aman untuk mendukung aktivitas pembangunan ekonomi diatas.

To be honest, diwilayah kerja belum signifikan orientasi keberlanjutan pemanfaatan perikanan tuna itu dijalankan dengan baik. Namun ada beberapa upaya yang sudah dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Dalam mendukung pengelolaan perikanan tuna ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang meliputi aspek sumberdaya sosek, habitat dan kelembagaan.

1. Sumberdaya ikan
intinya adalah sejauh mana kondisi stok ikan diwilayah tersebut namun dalam konteks tuna sebagai ikan migrary species wilayah disini dalam cakupan yang lebih besar terlepas dari batasan administrasi daerah. Yaitu bisa dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). beberapa hal yang diukur adalah CPUE, proporsi jenis ikan juvenil yang tertangkap, ukuran ikan, komposisi jenis, range collapse, dan jenis bioata dilindungi yang tertangkap

2. Habitat dan Ekosistem
Kondisi habitat laut sangat mendukung produksi perikanan maupun siklus hidup biota lainnya.Menjaga kesehatan bakau, lamun, terumbu karang, kualitas air, produktifitas esuarine dan habitat penting merupakan faktor kunci dalam aspek ini. Melalui Marine Proctected Area (MPA) hal memungkinkan terwujud.

3. Teknik Penangkapan
Teknik penangkapan sumberdaya sangat mempengaruhi stok perikanan target, cara yang ramah lingkungan, kapasitas tangkapan nelayan, adanya modifikasi alat tangkap yang cenderung tidak selektif,

4. Sosial dan Ekonomi
Dalam mendukung hal terpenting ditataran masyarakat pengelolaan juga harus menjamin minimnya terjadi konflik perikanan dan kesejahteraan rumah tangga perikanan diatas UMR yang berlaku. Hal-hal yang seharusnya diperhatikan dalam konteks ini adalah apakah ada kearifan lokal sehingga bisa terus diperkuat dalam tataran aturan informal, bagaimana tingkat menabung rumah tangga perikanan. Bukan rahasia umum nelayan kebanyakan selalu dikategorikan miskin, hal ini bukan sepenuhnya dikarenakan hasil tangkapan yang kurang, tapi bagaimana pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik. Pengelolaan perikanan juga harus memperhatikan hal tersebut.

5. Kelembagaan
Aturan dari pusat hingga daerah sebenarnya sudah ada untuk membahas pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan, namun apakan dijabarkan dan diimplementasikan dengan baik yang disesuaikan dengan keunikan daerah masing-masing. Tumpang tindih antar lembaga yang sama-sama memanfaatkan laut juga sering ditemukan. Inti dari kelembagaan adalah bagaimana pengelolaan memastikan aturan, pembagian peran dan target pembangunan berjalan saling bersinergi, melengkapi dan menguatkan, bukan dimaksudkan untuk bersaing berdasarkan ego masing-masing lembaga.

Langkah selanjutnya, ketika kita memastikan adanya pengelelolaan yang memperhatikan hal diatas, kita pastinya akan optimis menawarkan ke investor untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada, selama tidak melewati koridor diatas. Produktivitas memang meningkatkan pendapatan nelayan, namun tidak selamanya menaikan kesejahteraan nelayan ketika faktor pasar terus bergerak dinamis. Catch wise with quality more better than quantity. (YG)

3 thoughts on “Orientasi keberlanjutan perdagangan Tuna

  1. frankly talk…apa yang seharusnya dilakukan swasta yang mempunyai idealisme pemanfaatan potensi tuna secara bijak dengan memperhatikan aspek-aspek yang anda sebutkan diatas..??

  2. market dilevel internasional sudah mulai banyak yang menghargai produk yang sustainable kok kawan, segmentasi sustainable bahkan tidak kalah menguntungkan untuk industri dengan target pemasaran beberapa negara.
    konkritnya untuk industri adalah membeli produk yang sudah dewasa, tidak mendukung penangkapan yang tidak selektif, dan melakukan catch record yang baik untuk diserahkan ke management autority

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s