Community based

Life Jacket as bantal

Menambah bawaan saja kalo kita mo travel dengan membawa life jacket, udah ga mungkin dimasukan ke tas plus warnanya orange mentereng pula. Rasa sungkan ketika sesuatu hal yang tidak umum kita lakukan, kadang juga menjadi sebab saya enggan membawa life jacket ketika traveling antar pulau di antara Flores Timur, Lembata dan Alor. Padahal hampir semua transportasi disini sangat mengandalkan kapal-kapal kayu sebagai moda transportasi yang paling memungkinkan.
Safety procedure bukan hal baru yang pernah kita dengar, tapi entah dengan berbagai denial, saya dan sebagian besar penumpang dan juragan kapal sering menggampangkannya. Dirasa laut tidak akan mengancam perjalanan kami, untuk apa membawa life jacket diatas kapal!!!

Kalo boleh jujur, kayanya tidak ada satupun kapal penumpang disini yang menyertakan life jacket deh, kecuali kapal Fery dan Pelni. Apa mungkin menurut juragan kapal, harga life jacket itu lebih mahal ya ^^! Toh belum tentu juga kepake. Dan begonya lagi, ketika saya dan teman membawa life jacket di atas kapal penumpang, malah ditanya lagi, mo buat apa mas??. Damndengan sekejab saya bilang.. buat bantal pa, maklum 5 jam perjalanan.
Sh**t ga pernah belajar dari 3 kali kecelakaan kapal nih. Tiba-tiba teringat kejadian jaman Reef Check tahun 2004 di Kepulauan Karimunjawa, terdapat kecelakaan kapal yang membawa mahasiswa/i Unnes hingga membawa korban jiwa, semenjak itu baru deh si life jacket laku keras dan diwajibkan ada disetiap kapal-kapal yang membawa tamu berwisata disitu. As usual, Act after accident. That’s the motto.

Menurut UU pelayaran mengenai keselamatan perjalanan sebenernya sudah diatur. Didarat kita pake sabuk pengaman dan helm, di laut pake life jacket dan perahu karet, di pesawat pake life jacket yang selalu diperagakan mba-mba peragawati pramugari. Seharusnya pemerinnnn…… (here we go, blame the others for our interest), dan juragan kapal mematuhi aturan tersebut, jadikan kami-kami ini tidak perlu repot-repot membawa life jacket lagi.. ribet tau.
Jaga-jaga hal yang tak terduga mang merepotkan, tapi HARUS. Well, anggao saja membawa life jacket itu bukan hal yang merepotkan, toh bisa jadi bantal juga selama perjalanan.. Cheers (YG).

4 thoughts on “Life Jacket as bantal

  1. waahh..betul tuh ga..aku sama ipink pernah ngalamin, bawa life jacket ga dipake..pas kejadian kapalnya terbalik baru deh ribut cari life jacket..hi.hi.hi pengalaman yang tidak patut ditiru..

  2. iya mba, sama gue juga dah beberapa kali..tapi kalo kita yang kudu bawa life jacket kemana-mana bahkan naek pesawat juga bawa life jacket..hadooooh..males bet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s