Fisheries / MPA

Bubu dasar di perairan Alor

Alat tangkap bubu merupakan alat tangkap yang bersifat pasif yang memanfaatkan kebodohan ikan dengan sistem jebakan, kontruksi bubu mendukung selektifitas target tangkapan dengan disesuaikan dengan besaran lubang bubunya. Sebenarnya ada beberapa jenis bubu yang dikenal di seantaro negara ini, namun berdasarkan cara menggunakannya dapat dibedakan menjadi bubu dasar (ground fish pots), bubu apung (floating  fish pots)  dan bubu hanyut (drifting fish pots).  Cara penggunaannya sesuai namanya toh..ya di nalar sendiri lah ^^!.

Yang akan saya bahas cuman 1 jenis bubu aja, yaitu bubu dasar yang biasa digunakan oleh nelayan di kepulauan Alor ini. Umumnya bubu dibuat sendiri oleh nelayan yang bersangkutan dengan bahan bambu, atau ada juga nelayan yang berbisnis bubu dan dijual ke nelayan lain yang ga pengen repot. Bubu di Alor rata-rata berbentuk silinder.

Bubu diletakan disekitar daerah karang, ya.. memang nelayan menargetkan ikan karang konsumsi, tapi sepanjang yang gue liat ketika menyelam, lebih banyak ikan hias yang tertangkap deh dibandingkan ikan target konsumsi. Apa disini pengertian ikan target konsumsi beda ya –!.

Bubu menjebak ikan apapun yang berukuran pintu masuknya, ikan buntal, kepe-kepe, anthias, surgeon fish aja masuk..dan disini tetep dimakan loh..dmakan kepe-kepe dah kaya makan kripik aja ye. Well, selama itu menjadi konsumsi lokal..aman lah…tidak signifikan mempengaruhi kondisi perikanan.

Namun yang menjadi perdebatan justru bukan dari hasil tangkapannya, tapi cara peletakan bubunya. Bahannya yang ringan membuat bubu perlu bantuan pemberat atau penyangga, supaya posisinya stabil didaerah karang, kemudian peletakannnya juga didaerah karang, rawan sekali mematahkan karang. Nelayan yang malas umumnya menggunakan karang sebagai pemberat dan penyangga bubu, mereka mengambilnya langsung ketika memasang bubu, dan meletakkannya ditempat yang ikan targetnya banyak. Yaaa biasanya didaerah karang yang bagus. Walhasil meletakan bubu diatas karang sehat bo😦. Diatas karang bercabang pula.

Kemudian dari sisi pengambilan bubunya sendiri juga ada yang sangat merusak, mereka menarik bubu dengan tali dari permukaan. Padahal bubu didaerah karang, baik kalo menariknya secara vertikal dari permukaan,nah ini biasanya dikarenakan arus dan berbagai hal. Mereka menarik bubu mematahkan karang yang dilewatinya..sadisss..

Kabar baiknya, dibeberapa desa di pulau-pulau sepanjang selat Pantar, Kabupaten Alor. Sudah menyadari hal tersebut, bahkan yang menjelaskan ke saya seorang ibu-ibu dari Pulau Pura yang senantiasa menemani suaminya memasang bubu tentang caranya meletakan bubu. Mereka saat ini menggunakan batu dari daratan sebagai pemberat bubu, dan memasangnya didaerah karang mati. Kalaupun tidak ada karang mati ya dipasang lebih dalam didaerah pasir. Briliant.

Di desa Maru, pulau Pura bahkan mempunyai aturan desa dalam pengaturan peletakan bubu, mereka membagi daerah peletakan bubu dengan daerah penggunaan jaring insang. Ini lebih kearah solutif dalam menangani pembagian lahan berdasarkan alat tangkap saja sih, tapi intinya secara tidak langsung mereka menyadari pentingnya menjaga karang demi hasil tangkapan harian mereka. Kearifan lokal seperti ini yang seharusnya ditiru didaerah lain (YG).

4 thoughts on “Bubu dasar di perairan Alor

  1. well Mr yoga,
    salut untuk beberapa kelompok masyarakat yang udah sadar tentang kerusakan habitat ikan, yang pada hakekatnya akan mempengaruhi hasil tangkapannya. yang pada akhirnya akan berpengaruh ke perut manusia juga.
    bener yang dikatan mas yoga. bubu adalah alat tangkap pasif. kalo dinalar ya tidak merusak dan selektif. anda sudah menjelaskan dan menggaris bawahi bahwa yang menyebabkan kerusakan terumbu karang adalah cara pemasangannya. itu sangat betul sekali.
    biasanya yang menjadi target tangkapan bagi nelayan bubu adalah ikan-ikan yang disajikan dalam kondisi segar (hidup), seperti ikan karang ekonomis penting (groupers & napoleon wrasse) dan ikan hias. kenapa? dengan menggunakan bubu dapat menjamin penangkapan ikan dalam kondisi hidup.
    Mr. Yoga udah pengalaman di Karimunjawa kan? pernah memperhatikan anyaman bambu berbentuk Kotak (persegi) dan di permukaan bawahnya terdapat lubang (semacam jalan masuk yang semakin menyempit di bagian dalamnya) itulah yang disebut dengan bubu (di KJ). Masyarakat di KJ menggunakan itu untuk menangkap kerapu yang notabene mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.
    kok malah ngelatur ya…
    udah dech.keep spirit for figting, but spirit for nature conservation. you can do it. God Bless You All..

    Pah Pooh.

  2. Mantap… Mantap…
    Coba bubu ikannya di sampaikan bahan-bahannya dgn cara merakitnya… Pak !!!

  3. Mantap… Mantap…
    Coba bubu ikannya di sampaikan bahan-bahannya dgn cara merakitnya… Pak !!!han-bahannya dgn cara merakitnya… Pak !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s