Fisheries

Sulitnya pemasaran tuna di Alor

missing cold chain

Potensi sumberdaya alam khususnya perikanan tuna di perairan Laut Flores sangat melimpah, bagi nelayan pemancing tuna di kelurahan Kabir, kabupaten Alor hal tersebut merupakan berkah yang diharapkan dapat mensejahterakan nelayan suku Bajo yang mendominasi sepanjang pesisir di kelurahan tersebut.

Akses transportasi dan dukungan pasar perikanan tuna dikelurahan ini sangat terbatas dikarenakan sebagian besar kabupaten di Nusa Tenggara Timur merupakan kabupaten kepulauan dengan perairan laut dalam dan arus yang cukup ekstrim. Fasilitas sarana dan prasarana pun turut mengisolasi nelayan tuna dengan pasar.

Pada bulan Oktober-Febuari merupakan puncak penangkapan tuna diwilayah perairan utara Kelurahan Kabir. Tanpa kehadiran kapal penampung tuna di kelurahan Kabir, mendorong nelayan untuk menjual hasil tangkapannya di kabupaten terdekat yang terdapat kapal penampung dan perusahaan perikanan tuna.

Nelayan tuna Kelurahan Kabir tetap bertahan terhadap tantangan yang mereka hadapi, mereka tetap melakukan proses penanganan tuna dengan sarana dan prasarana seadanya untuk mendapatkan harga tuna yang lebih baik diperusahaan tuna atau kapal penampung tuna daripada harus dijual di pasar lokal.

Dalam proses penanganan tuna, nelayan melakukan proses pemotongan insang dan isi perut yang kemudian akan dikeluarkan dari tuna untuk menghambat proses pembusukan pada daging. Hasil pembuangan yang berupa insang dan isi perut tersebut jarang dimanfaatkan oleh keluarga nelayan untuk dikonsumsi, kecuali telur tuna yang sudah berwarna kuning. Namun sangat disayangkan proses ini dilakukan di pinggir pantai, selain higienitas dipertanyakan, pencemaran laut yang menjadi permasalahan lanjutan pasca penanganan tuna tersebut dan juga penangkapan tuna yang dalam kondisi bertelur.

Yellow fin tuna's egg

Langkah selanjutnya mereka akan mengawetkan kualitas daging tuna dengan menggunakan es rucah yang mereka buat sendiri dengan lemari es dan ditutup oleh terpal plastik. Setelah itu mereka akan melintasi perairan Laut Flores selama 2-4 jam untuk dapat menjualnya, sembari berharap kualitas tuna digolongankan dalam grade A oleh pengusaha sehingga nelayan mendapatkan untung  lebih baik terlepas dari biaya operasional penangkapan dan pengantaran tuna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s