Adaptation

Strategi adaptasi perubahan iklim di sektor kelautan

Diperkirakan 60% penduduk dunia berada di perairan Asia Pasifik dan sebagian besar merupakan negara berkembang yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim (CSIRO, 2006). Sudah menjadi isu umum bahwa di region ini faktor yang paling mempengaruhi kerentanannya adalah akibat faktor anthropogenic (akibat manusia) itu sendiri dibandingkan akibat dampak perubahan iklim yang terjadi.

Faktor yang disebabkan manusia menyangkut perikanan, pembangunan dan pengambilan sumber daya alam, sedangkan akibat perubahan iklim adalah adanya kenaikan permukaan air laut, kenaikan temperature laut, meningkatnya intensitas cuaca ekstrim, pengasaman laut dan hingga adanya radiasi ultraviolet.

Dampak yang diakibatkan perubahan iklim akan dirasakan secaraluas oleh komunitas yang tinggal didaerah pesisir, sepertiterjadinya banjir dan erosi akibat kenaikan permukaan air laut, terjadinya perpindahan penduduk, pengeluaran untuk menjaga dan mengelola pantai menjadi meningkat dan juga berpotensi meningkatnya intensitas badai tropis. Akibat dampak dari hal-hal diatas akan menurunkan aktivitas perekonomian dan dampak yang terlokalisasi (pada daerah tertentu saja) juga dapat merusak perekonomian lokal.

Dalam menghadapi ancaman yang akan diakibatkan oleh hal-hal diatas terdapat beberapa strategi yang telah diusulkan oleh WWF yang terbagi menjadi 3 kategori utama yaitu :

  1. Menyediakan tempat yang cukup dan sesuai

Hal ini dimaksudkan perlunya membuat suatu daerah proteksi seperti Daerah Perlindungan Laut (DPL) yang setidaknya merepresentasikan setiap habitat yang dilindungi dan juga merehabilitasi habitat yang rusak seperti terumbu karang, mangrove dan lamun. Setiap daerah tersebut juga harus saling terintegrasi satu dengan lainnya, dan juga terutama dengan terrestrial, karena manajemen yang baik tidak dilakukan secara parsial.

  1. Mengurangi hal-hal yang yang diakibatkan oleh manusia (non-climate)

Hal ini berguna dalam meningkatkan faktor ketahanan (resistance) dan daya pulih (resilience) dari ekosistem laut dengan cara penghapusan praktek penangkapan ikan yang merusak dan penangkapan yang berlebih (over fishing). Pengurangan polusi dari terrestrial dan juga pengurangan ekstraksi yang merusak atas dasar pembangunan.

  1. Identifikasi tingkat resistensi dan resilience pada populasi atau komunitas

Dengan mengetahui tingkat resistensi dan resilience dari tiap populasi atau komunitas dapat berguna dalam memprioritaskan penanganannya dan juga dapat membantu dalam pembuatan kebijakan yang lebih responsif

Strategi dalam pengurangan dampak perubahan iklim dengan adaptasi juga perlu dipertimbangkan, hal ini dikarenakan, antara lain :

1.perubahan iklim tidak bisa dihindari secara keseluruhan

2.antisipasi dan pencegahan adaptasi akan lebih efektif dan lebih hemat dibandingkan menanggulangi

3.perubahan iklim datangnya tak terduga

4.mempersiapkan adaptasi terhadap variabilitas iklim dan kejadian atmosfer yang ekstrim

5.Segera mengganti kebijakan dan praktik yang mal adaptasi

6.kedepannya perubahan iklim akan menguntungkan seperti halnya ancaman yang disebabkannya

Alasan lainnya sehingga perlunya adaptasi adalah mengurangi kesalahan dalam pembuatan keputusan terhadap dampak perubahan iklim karena hal tersebut akan sangat merugikan tenaga dan waktu, hal ini juga dapat mengurangi kerentanan jangka pendek tetapi justru meningkatkan kerentanan jangka panjang. Oleh karena itu strategi yang tepat berdasarkan adaptasi perubahan iklim merupakan langkah responsif yang efesien.

Menurut CSIRO kunci utama dalam pengurangan kerentanan akibat perubahan iklim di Asia Pasific terletak pada Keefektifitasan dalam implementasi adapatasi dan capacity building karena diharapkan dengan pengetahuan yang baik mengenai perubahan iklim diharapkan dalam pembuatan keputusan akan lebih efektif.

Berikut merupakan tabel strategi adaptasi terhadap perubahan iklim di sektor kelautan yang telah ditinjau oleh CSIRO (Annual report, 2006).

Komunitas pesisir

  • Identifikasi daerah,komunitas dan infrastuktur yang mengalami kerentanan
  • Dilanjutkan dengan pembangunan kedepan didaerah yang mengalami pertumbuhan tinggi, sedang dan rendah
  • Mengembangkan perencanaan pengelolaan daerah pesisir
  • Membuat baru atau memperbaiki pertahanan pantai yang sudah ada
  • Mendesain infrastruktur untuk menanggulangi kenaikan permukaan air laut
  • Mengelola pemikiran progresif terhadap garis pantai

Ekosistem dan Biodiversitas

  • Menetapkan daerah konservasi dan membuat network
  • Menginvestasikan sumber daya alam dalam perencanaan pengelolaan
  • Mengelola penggunaan lahan untuk mengurangi kerusakan lingkungan
  • Identifikasi ancaman terhadap ekosistem dan spesies
  • Mengembangkan budidaya

Manajemen Bencana dankeadaan darurat

  • Membuat variasi usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor yang sensitif terkena pengaruh perubahan iklim
  • Mengembangkan perencanaan manajemen keadaan darurat terhadap keadaan yang membahayakan akibat perubahan iklim
  • Pengembangan sistem peringatan dini untuk kejadian-kejadian ekstrim (banjir, badai, gelombang panas)
  • Perluasan ketersediaan dan pemanfaatan institusi-institusi penanggulangan resiko (asuransi dan bantuan pemerintah)
  • Identifikasi aktivitas dan infrastruktur untuk pertahanan yang termasuk dalam kondisi kritis (pelayanan kesehatan, energi, transportasi dan komunikasi)

Penyadaran Masyarakat dan Pendidikan

  • Memfasilitasi penyadaran masyarakat mengenai perubahan iklim dan dampak yang berpotensi akan terjadi
  • Mensosialisasikan keputusan dan program tentang manajemen kemungkinan bahaya (risk management) kepada masyarakat dan stakeholder
  • Memperkenalkan setiap individu untuk dapat aktif berpatisipasi dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang berkelanjutan

Referensi :

·CSIRO. 2006. Climate Change in the Asia/Pasific Region A Consultancy Report Prepared for the Climate Change and Development Roundtable CSIRO

·WWF. 2003. Buying time : A User’s Manual for Building Resistance and Resilience to Climate Change in Natural Systems. Page 155-174

3 thoughts on “Strategi adaptasi perubahan iklim di sektor kelautan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s