Community based

Nelayan ikan hias di era 2008

Nelayan ikan hias di Indonesia merupakan suatu profesi yang sudah ada semenjak 30 tahun yang lalu, selama itu pula banyak hal yang disumbangkan baik dan buruknya terhadap negara Indonesia. Baik berupa devisa dari perdagangan ikan hias ataupun kerusakan yang memperihatinkan terhadap ekosistem terumbu karang.nemo

Pendapatan negara yang didapatkan dari sektor perdagangan ikan hias tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan kerusakan terumbu karang yang diakibatkan oleh penangkapan ikan hias dengan menggunakan potasium atau sering juga disebut dengan potas.

Dampak yang disebabkan dengan penggunaan potas itu sendiri bagi ekosistem terumbu karang adalah terjadinya kematian pada karang, ikan karang dan biota lainnya pada dosis tertentu yang secara berkepanjangan akan menyebabkan terganggunya ekologi di ekosistem di terumbu karang tersebut.

Sebagian besar nelayan ikan hias memang diindikasikan sebagai pengguna potas, oleh karena itu salah satu faktor terjadinya perusakan ekosistem terumbu karang akibat tekanan manusia adalah praktek penangkapan yang tidak ramah lingkungan ini.

Buruknya citra nelayan ikan hias tersebut selama ini tidak sepenuhnya benar apa adanya, karena masih banyak pula nelayan ikan hias yang memang sudah memahami dampak yang diakibatkan oleh penggunaan potas dan tidak menggunakan cara yang merusak terumbu karang dalam menangkap ikan hias. Hal ini dapat ditemui seperti didaerah Kepulauan Seribu, perairan Sulawesi selatan, Bali Barat, Desa Bangsring dan berbagai tempat lainnya yang telah dilakukan pembinaan baik oleh pemerintah maupun Lembaga non profit. adaptasi-pelatihan-jaring-sea-101-slamet-copy

Desa Bangsring merupakan desa yang terletak di bagian utara Kabupaten Banyuwangi. Desa ini juga merupakan desa yang terkenal sebagai salah satu pemasok ikan hias terbesar di Indonesia, dengan pemasaran ekspor keberbagai negara di dunia seperti negara-negara Asia, Eropa,dan Amerika. Pemasaran lokalnya pun tidak kalah banyak. Pengepul ikan hias di Bangsring memasarkan kekota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan kota-kota disekitarnya.

Mayoritas nelayan ikan hias di desa Bangsring adalah sebagai nelayan ikan hias, baik dengan menggunakan kompresor maupun hanya bermodalkan masker dan ban dalam mobil saja. Saat ini bagi yang tidak menggunakan potas didesa ini sebagian besar tergabung dalam kelompok nelayan ikan hias yaitu Samudera Bakti. Kelompok ini mempunyai komitmen sebagai kelompok yang menolak penggunaan potas sebagai cara penangkapan ikan hias.

Semoga dengan adanya kelompok-kelompok seperti ini didaerah lain yang memang sudah terlebih dulu berdiri dapat meminimalkan tekanan terhadap ekosistem terumbu karang akibat faktor manusia dan tentunya sumberdaya kelautan di Indonesia akan terus terjaga (YG).

About these ads

7 thoughts on “Nelayan ikan hias di era 2008

  1. Kebetulan gw ga terlalu suka memelihara ikan. Sebenernya ikan hias itu lucu2 yaa..dan pangsa pasar ikan itu luas euy sampe mancanegara..haduuh mudah2an ada alternatif lain bagi nelayan selain berjualan ikan hias yah.

  2. ikan2 kecil yg malang…
    seandainya ja nelayan2 yg udah ngerti sama dampak penggunaan potas bisa “arisan” bareng ma nelayan2 yg belom ngerti huhuhuw…..

  3. Ga terakhir kali gw baca koran kompas edisi sabtu kemaren 27/12/2008. DI KALIMANTAN Malah potas diijinkan sama pemerintah daerah.. waduuh gimana ini pemerinntah…

  4. duhh payah banget si tuh tempat..mangnya mereka bikin kebijakan gitu pertimbangannya apa sih ??? wondering gue

  5. Gw juga agak-agak lupa isinya, coba lo cari kompas edisi itu…Pemerintah emang ga ngedukung rakyaT. Sepertinya LSM harus melakukan gerakan Bawah Tanah, Langsung terjun ke masyrakat aja, Sulit rasanya melalui birokrasi dan Superiornya pemerintah, lama2 gw ngomong kayak Politikus aja Nih hehehe..
    BTW Happy New Year 2009 Ya Gaaa..

  6. sehebat-hebatnya NGO bekerja ya ..menurut gue dukungan dari pemerintah selaku pemegang kebijakan tetep perlu ka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s